Nusantara

Sarkowi V Zahry Beberkan Obrolan Terakhir dengan Prof Sarosa Hamongpranoto, Bahas pendidikan hingga Paguyuban

VONIS.ID – Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry merasa kehilangan atas meninggalnya guru besar Universitas Mulawarman (Unmul), Prof Sarosa Hamongpranoto.

Sarkowi mengenang pertemuan terakhirnya dengan Prof Sarosa sekitar dua bulan lalu.

Waktu itu mereka bertemu di sebuah rumah makan kawasan Voorvo, Samarinda.

Pada pertemuan itu, Prof Sarosa banyak membahas tentang isu-isu penting seperti pendidikan, politik dan keberadaan paguyuban Jawa di Kaltim.

“Beliau bilang, pemimpin di daerah harus membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi rakyat. Harusnya pendidikan itu gratis,” ujar Sarkowi, menirukan ucapan Prof Sarosa.

Disampaikannya, Prof Sarosa juga menyoroti tantangan yang dihadapi pemimpin berkapasitas saat hendak menduduki posisi strategis.

“Beliau sempat bilang, tantangan pemimpin hebat itu sering kali bukan pada kemampuan, tapi pada logistik. Kapasitas sering dikalahkan oleh isi tas,” jelas Sarkowi.

Terkait paguyuban, Prof Sarosa dikenal sebagai salah satu pendiri Ika Pakarti di Kaltim.

Ia menekankan pentingnya nilai-nilai persaudaraan dan kerukunan antar warga Jawa dan etnis lain di daerah ini.

Menurut Sarkowi,  Prof Sarosa dikenal sebagai sosok yang humanis, santun, dan sabar.

Ia adalah pendidik sejati, bahkan kerap membantu mahasiswa yang hampir drop out.

Dalam aksi reformasi 1998, Prof. Sarosa bahkan menjadi penjamin bagi mahasiswa yang ditahan aparat.

“Sebagai penasihat hukum, almarhum dikenal memberikan saran yang praktis dan penuh motivasi. Banyak pihak menyebut sarannya penuh energi perjuangan, tepat, dan berdasarkan landasan hukum yang kuat,” pungkasnya.

Prof Sarosa wafat pada Jumat atau 2 Mei 2025 di usia yang ke-78 tahun.

Prof Suroso menghembuskan napas terakhir di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda setelah dirawat selama sepekan akibat gangguan jantung. (adv)

Show More
Back to top button