
VONIS.ID — Wali Kota Samarinda Andi Harun mendorong Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Samarinda mengambil peran lebih aktif dalam mengawal pembangunan daerah.
Ia menilai kekuatan intelektual dan pengalaman profesional para alumni HMI dapat menjadi sumber gagasan untuk membantu pemerintah menjawab berbagai tantangan kota.
Hal itu disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat beraudiensi dengan KAHMI Samarinda di Ruang Rapat Wali Kota Samarinda, lantai II Balai Kota, Kamis (13/8/2026) sore.
Ketua KAHMI Samarinda terpilih periode 2026-2031, Huseni Labib, mengatakan pihaknya datang untuk memperkenalkan kepengurusan baru sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan Pemerintah Kota Samarinda.
Menurut Huseni, KAHMI memiliki potensi besar karena para alumninya tersebar di berbagai bidang profesi.
Ia menilai keberagaman latar belakang tersebut dapat menjadi modal untuk ikut memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Samarinda.
KAHMI Samarinda juga menyampaikan rencana pelantikan kepengurusan baru yang akan dirangkai dengan kegiatan jalan santai pada 30 Agustus mendatang.
Andi Harun Dorong Peran Aktif KAHMI
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyambut positif keberadaan KAHMI sebagai salah satu kekuatan intelektual di tengah masyarakat.
Ia menilai tradisi berpikir kritis dan intelektual yang melekat pada perjalanan HMI tidak seharusnya berhenti ketika kader memasuki dunia profesional.
Menurut Andi Harun, pengalaman akademik dan profesional para alumni justru membuka ruang kontribusi yang lebih luas.
Karena itu, ia mendorong KAHMI agar tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Organisasi seperti KAHMI jangan hanya menjadi tempat berkumpul. Potensi intelektual yang ada di dalamnya harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Andi Harun.
Ia menegaskan pemerintah tidak bisa membangun kota hanya dengan mengandalkan birokrasi.
Pemerintah membutuhkan pandangan dari akademisi, profesional, aktivis, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Andi Harun juga membuka ruang terhadap kritik dan masukan.
Menurutnya, kritik yang disampaikan dengan tujuan mencari solusi dapat membantu pemerintah memperbaiki kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau kita ingin membangun kota, kita harus mau mendengar. Kritik dan masukan itu penting sepanjang tujuannya untuk mencari jalan keluar dan memperbaiki keadaan,” katanya.
Pembangunan SDM Jadi Perhatian
Dialog antara Pemkot Samarinda dan KAHMI kemudian menyentuh persoalan pembangunan kualitas manusia.
Perubahan sosial dan perkembangan teknologi menuntut masyarakat memiliki kemampuan untuk beradaptasi sekaligus melahirkan gagasan baru.
Andi Harun menilai pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter dan kualitas SDM.
Pemerintah tidak cukup hanya membangun jalan, gedung, dan fasilitas publik tanpa menyiapkan masyarakat yang mampu menjaga serta mengembangkan hasil pembangunan tersebut.
“Yang kita bangun bukan hanya gedung dan jalan. Kita juga harus membangun manusianya. Karena pada akhirnya yang menentukan masa depan kota adalah kualitas masyarakatnya,” ungkapnya.
Ia juga mendorong akademisi dan alumni organisasi kemahasiswaan mengambil peran di luar struktur pemerintahan.
Kontribusi dapat diwujudkan melalui penelitian, kajian kebijakan, diskusi publik, pendidikan masyarakat, hingga kegiatan sosial.
Buka Ruang Kolaborasi
Andi Harun menilai komunikasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil perlu terus diperkuat.
Ia memandang perbedaan perspektif sebagai kekuatan yang dapat memperkaya proses penyusunan kebijakan selama seluruh pihak mengutamakan kepentingan masyarakat.
Pertemuan tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi antara KAHMI dan Pemerintah Kota Samarinda.
KAHMI berharap dapat memperkuat kembali peran alumni HMI dalam pembangunan daerah, sementara Pemkot Samarinda melihat kontribusi kalangan intelektual sebagai bagian penting untuk memperluas perspektif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan kota. (*)

