Nasional

Soal Sapi Kurban Presiden, Nasaruddin Umar: Jangan Ada Orang Tak Makan Daging

VONIS.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perayaan Iduladha tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga sarana memastikan masyarakat merasakan kecukupan pangan, terutama daging sebagai sumber protein hewani.

Pernyataan itu ia sampaikan saat merespons penyaluran 1.098 sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha tahun ini.

Dalam keterangannya di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (28/5), Nasaruddin menekankan bahwa semangat Iduladha memiliki tujuan sosial yang sama dengan Idulfitri.

Menurut dia, kedua hari raya besar umat Islam tersebut mengajarkan pentingnya berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kata Rasulullah SAW, tidak boleh ada orang yang kelaparan, tidak makan pada hari raya Ied,” ujar Nasaruddin.

Iduladha Lengkapi Kebutuhan Gizi Masyarakat

Nasaruddin menjelaskan zakat fitrah pada Idulfitri bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan karbohidrat.

Sementara itu, Iduladha melengkapi kebutuhan gizi masyarakat melalui pembagian daging kurban.

Ia berharap momentum kurban dapat membuat masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu, ikut menikmati protein hewani yang mungkin sulit mereka akses dalam kehidupan sehari-hari.

“Zakat fitrah itu bertujuan untuk semua harus kenyang pada hari raya Idulfitri dengan cara mengonsumsi karbohidrat. Untuk Iduladha pasangannya adalah protein hewani,” katanya.

Menurut Nasaruddin, distribusi hewan kurban tidak hanya ditujukan kepada umat Islam.

Ia menyebut siapa pun dapat menerima manfaat kurban selama tujuannya membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah Sebut Program Kurban untuk Masyarakat

Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp100 miliar dari APBN untuk pengadaan 1.098 sapi kurban presiden tahun ini.

Dana tersebut berasal dari program bantuan kemasyarakatan presiden.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiontoro mengatakan program bantuan sapi kurban presiden telah berjalan rutin setiap tahun dan bertujuan membantu masyarakat merayakan Iduladha.

“Maksud dari sapi kurban dari Presiden adalah bantuan pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya agar warga yang membutuhkan dapat merayakan Iduladha dengan menyembelih hewan kurban bersama,” ujar Juri.

MUI Nilai Penggunaan APBN Tidak Bermasalah

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia menilai penggunaan APBN untuk pengadaan hewan kurban tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh menyebut APBN dapat dipandang sebagai bentuk Baitul Mal modern yang digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.

“Dalam konteks bernegara saat ini, APBN bertindak sebagai Baitul Mal modern, sehingga kurban dari negara ini ditujukan murni untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat luas,” pungkasnya. (*)

Show More
Back to top button