
VONIS.ID – Dukungan terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang akan meluncurkan program Car Free Night (CFN) di Jalan Kesuma Bangsa terus mengalir, tak terkecuali datang dari DPRD Samarinda.
Program ini dijadwalkan berlangsung rutin setiap Sabtu malam sebagai upaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), serta memberikan ruang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan yang dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa program CFN memiliki potensi besar dalam mendukung efisiensi energi sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan perkotaan.
Abdul Rohim menilai langkah Pemkot Samarinda tersebut sejalan dengan kebutuhan kota-kota modern yang mulai mengedepankan ruang publik ramah lingkungan.
Ia menyebut CFN sebagai salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi pada waktu tertentu.
“Kami tentu mendukung, CFN dapat menjadi langkah nyata untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mengurangi konsumsi BBM,” ujarnya, Jumat (24/04/2026).
Konsep CFN Ubah Fungsi Jalan Jadi Ruang Publik
Pemkot Samarinda merancang CFN sebagai ruang publik alternatif yang bebas dari kendaraan bermotor.
Dalam pelaksanaannya, Jalan Kesuma Bangsa akan ditutup sementara pada malam hari dan dialihkan menjadi area aktivitas pejalan kaki, komunitas, serta pelaku UMKM.
Ruang jalan yang biasanya dipadati kendaraan akan berubah menjadi kawasan interaksi sosial masyarakat.
Trotoar dan badan jalan akan dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai kegiatan, termasuk kuliner, hiburan rakyat, dan aktivitas komunitas lokal.
Menurut Abdul Rohim, konsep ini memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam menikmati ruang kota tanpa dominasi kendaraan bermotor.
Perubahan fungsi ruang tersebut juga dinilai mampu menciptakan suasana kota yang lebih hidup dan inklusif.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM Lokal
Abdul Rohim menekankan bahwa salah satu keunggulan utama program CFN terletak pada dampaknya terhadap ekonomi lokal.
Ia menyebut pelaku UMKM akan memperoleh ruang baru untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.
Politisi PKS ini menjelaskan bahwa keberadaan CFN dapat meningkatkan perputaran ekonomi malam hari sekaligus memperluas peluang usaha kecil di Samarinda.
Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di lokasi tersebut, pelaku usaha dapat meraih manfaat ekonomi secara lebih merata.
“Pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk berjualan sehingga dampaknya langsung terasa bagi ekonomi masyarakat,” kata Rohim.
Alternatif Hiburan dan Pengurai Kepadatan Kota
Selain aspek ekonomi, Abdul Rohim juga menilai CFN dapat menjadi alternatif hiburan bagi warga Samarinda pada akhir pekan.
Selama ini, masyarakat cenderung berkumpul di pusat perbelanjaan yang menyebabkan peningkatan kepadatan lalu lintas serta konsumsi BBM.
Dengan hadirnya CFN, masyarakat memiliki pilihan baru untuk beraktivitas di ruang terbuka tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi secara berlebihan.
Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan lalu lintas di beberapa titik keramaian kota.
Ia memastikan akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan CFN.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Abdul Rohim menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal kebijakan tersebut agar tetap berada pada jalur yang tepat.
Ia juga menyebut evaluasi penting dilakukan untuk melihat efektivitas program dalam jangka panjang.
“Kami mendukung pelaksanaannya dengan pengawasan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv)
