
VONIS.ID – Anggota DPRD Samarinda, Sani Bin Husain menggelar reses di daerah pemilihannya, Kecamatan Samarinda Ulu.
Dalam kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 ini, Sani menyerap berbagai aspirasi warga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan dalam program pembangunan daerah.
Politisi Fraksi PKS itu mengunjungi sejumlah titik di wilayah Samarinda Ulu selama sepekan.
Dalam setiap pertemuan, Sani berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan persoalan yang mereka hadapi, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan dasar.
“Reses adalah kesempatan bagi kami untuk mengidentifikasi kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Sani, Minggu (24/5/2026).
Ia menegaskan, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan bagian penting dari fungsi legislasi dan pengawasan yang harus dijalankan secara maksimal.
Karena itu, ia ingin memastikan setiap aspirasi warga tidak berhenti sebagai keluhan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan konkret.
Infrastruktur dan Air Bersih Jadi Keluhan Utama
Dalam dialog bersama masyarakat, Sani menemukan dua persoalan utama yang paling banyak disampaikan warga.
Pertama, kebutuhan penyelesaian infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan dan drainase yang masih belum tuntas.
Kedua, pelayanan instalasi air bersih yang dinilai belum optimal di beberapa kawasan Samarinda Ulu.
Menurutnya, persoalan tersebut menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari.
“Dua porsi besar ini akan saya tindaklanjuti, terutama sesuai dengan arah RPJMD Kota Samarinda,” tegasnya.
Puncak kegiatan reses berlangsung di Perumahan Graha Indah, Air Putih.
Meski hujan deras mengguyur lokasi acara, ratusan warga tetap hadir dan mengikuti dialog bersama legislator tersebut.
Antusiasme warga menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap peran DPRD dalam memperjuangkan kebutuhan mereka.
Perkenalkan Aplikasi “Sani Mendengar”
Selain menyerap aspirasi secara langsung, Sani juga memperkenalkan inovasi digital berupa aplikasi “Sani Mendengar” yang dapat diunduh melalui Google Play.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan keluhan secara cepat dan praktis.
“Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa terhubung langsung dengan saya. Ini menjadi salah satu cara kami beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih,” jelasnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kesehatan, khususnya pencegahan stunting, Sani turut membagikan 30 butir telur gratis kepada setiap warga yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Saya ingin membantu Pemkot Samarinda dalam upaya melawan stunting,” pungkasnya.
Ia pun menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat hingga dapat direalisasikan demi kesejahteraan warga Samarinda. (Adv)
