
VONIS.ID – Menjelang Hari Raya Iduladha yang tinggal dua hari lagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperketat pengendalian inflasi dengan memastikan stabilitas harga, ketersediaan bahan pokok, serta kelancaran distribusi energi di seluruh wilayah kota.
Pemkot juga menyiapkan Operasi Pasar Murah (OPM) sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keterjangkauan harga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Balaikota Samarinda, Senin (25/5/2026).
Rapat tersebut juga diikuti Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta terkoneksi secara virtual dengan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri.
Dalam arahannya, Saefuddin menegaskan pentingnya pengawasan harga di lapangan agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
“Pengendalian inflasi harus dilakukan secara konsisten. Jangan sampai ada komoditas penting yang mengalami lonjakan harga tanpa pengawasan yang ketat,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha dan distributor agar distribusi barang tetap lancar.
Sidak Temukan Dugaan Ketidaksesuaian Timbangan LPG
Selain membahas inflasi, rapat tersebut juga menyoroti hasil inspeksi mendadak yang dilakukan Pemkot Samarinda bersama Satgas Pangan pada Kamis (21/5/2026).
Sidak dilakukan di sejumlah titik, seperti Pasar Segiri, Rumah Potong Hewan (RPH), hingga SPBE Tanah Merah di Kecamatan Samarinda Utara.
Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan dugaan ketidaksesuaian alat timbang pada distribusi LPG 3 kilogram yang berpotensi memengaruhi akurasi bobot tabung gas.
Temuan ini langsung menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Samarinda, Nadya Turisna, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut bersama Satgas Pangan.
“Kami tidak akan berspekulasi. Kami akan memastikan terlebih dahulu apakah ini masuk kategori pelanggaran atau masih dalam batas toleransi teknis. Semua harus berbasis hasil uji metrologi,” katanya.
Pertamina Pastikan Stok Energi Aman
Menanggapi temuan tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pengujian ulang dan tera ulang alat ukur di SPBE Tanah Merah.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin akurasi distribusi LPG tetap sesuai standar.
“Proses tera ulang sedang kami percepat agar distribusi LPG tetap aman dan tidak merugikan masyarakat,” ujar salah satu perwakilan Pertamina Patra Niaga.
Selain itu, Pertamina juga memastikan ketersediaan energi di Samarinda dalam kondisi aman.
Stok LPG 3 kilogram tercatat mencapai 26.900 tabung dengan tambahan pasokan hingga 80 persen dari kondisi normal untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Sementara itu, stok BBM juga dinyatakan mencukupi, meliputi Bio Solar sebanyak 8.483 kiloliter, Pertalite 3.391 kiloliter, dan Pertamax 1.439 kiloliter.
Harga Bahan Pokok Relatif Stabil
Dinas Perdagangan Samarinda mencatat harga sejumlah bahan pokok masih relatif stabil, meskipun beberapa komoditas seperti cabai rawit dan daging sapi mengalami tekanan harga.
Harga bawang merah berada di kisaran Rp45.200 per kilogram, cabai rawit Rp85.500 per kilogram, dan daging sapi Rp166.400 per kilogram.
Pemerintah Kota memastikan kebutuhan hewan kurban tetap aman dengan estimasi sekitar 9.500 ekor sapi yang diperkirakan dalam kondisi surplus.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kota Samarinda akan menggelar Operasi Pasar Murah di Pasar Merdeka pada 26 Mei 2026.
“OPM ini kami siapkan untuk menjaga keterjangkauan harga dan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga stabil,” kata pejabat Pemkot dalam penutup rapat.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Samarinda menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi daerah, memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar, serta memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Iduladha. (*)
