VONIS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali melakukan penanaman pohon dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Kali ini OIKN menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Pamapersada Nusantara.
Penanaman pohon dilakukan di kawasan Wanagama yang berada di Zona Rimba Kota B, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Kegiatan tersebut menjadi bagian memperkuat komitmen pembangunan IKN yang mengedepankan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur.
Menurut dia, pemerintah juga terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan ekosistem dan mengembalikan fungsi alami kawasan hutan agar dapat tumbuh berdampingan dengan aktivitas manusia.
“Penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan yang sehat dan berkelanjutan di IKN,” ujarnya, Jumat (6/6/2026).
Pemulihan Ekosistem Terus Berjalan
Basuki menjelaskan, kegiatan penanaman pohon dilakukan secara berkala sebagai bagian dari program rehabilitasi lingkungan.
Program tersebut tidak hanya bertujuan menambah tutupan hijau, tetapi juga menciptakan habitat yang mendukung keberlangsungan berbagai jenis flora dan fauna.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan laporan Otorita IKN, sejumlah satwa liar kini semakin sering muncul dan terpantau di kawasan IKN.
Beberapa di antaranya adalah beruang madu, lutung merah, rusa sambar, serta berbagai jenis burung hutan.
Kehadiran satwa liar tersebut menunjukkan bahwa kualitas ekosistem di kawasan IKN terus membaik.
Kondisi itu sekaligus menjadi indikator bahwa habitat alami yang sebelumnya mengalami tekanan mulai pulih dan mampu mendukung kehidupan berbagai spesies.
Basuki menambahkan, konsep smart forest city yang diterapkan di IKN tidak hanya menempatkan kawasan hijau sebagai pelengkap pembangunan, tetapi menjadi bagian utama dalam perencanaan kota masa depan.
“Ekosistem yang dibangun mulai hidup dan memberikan ruang bagi keanekaragaman hayati untuk berkembang,” katanya.
Kolaborasi Pemerintah, Kampus, dan Dunia Usaha
Kegiatan penanaman pohon juga memperlihatkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kawasan Wanagama yang memiliki luas sekitar 621 hektare dikembangkan sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan restorasi ekosistem hutan hujan tropis.
Rektor UGM Ova Emilia mengatakan bahwa menjaga kesehatan lingkungan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Karena itu, UGM siap mendukung pengembangan IKN sebagai contoh kota masa depan yang mampu memadukan pembangunan modern dengan pelestarian lingkungan.
Sementara itu, perwakilan PT Pamapersada Nusantara Gunawan Setiadi menyebut keterlibatan perusahaan dalam kegiatan tersebut sebagai wujud komitmen mendukung konservasi lingkungan sekaligus pengembangan ruang pembelajaran berbasis alam.
Melalui kerja sama yang berkelanjutan, seluruh pihak berharap IKN dapat terus berkembang sebagai kota yang ramah lingkungan, menjaga keanekaragaman hayati, serta menjadi model pembangunan berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia. (*)