
VONIS.ID – Partai Golkar membantah dugaan adanya persoalan di internal partai-partai pendukung pemerintah.
Golkar menegaskan hubungan antarpartai dalam pemerintahan tetap berjalan harmonis dan tidak menunjukkan tanda-tanda keretakan.
Sekretaris Jenderal Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan seluruh partai yang tergabung dalam koalisi pemerintah masih menjaga komunikasi dan kerja sama dengan baik.
Karena itu, ia menilai dugaan yang disampaikan Politisi PDIP Deddy Sitorus tidak memiliki dasar yang kuat.
“Sejauh ini baik-baik saja,” kata Sarmuji kepada wartawan, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, kondisi koalisi tetap solid dan tidak menunjukkan adanya gesekan yang dapat mengganggu stabilitas politik pemerintahan.
Golkar Nilai Tidak Ada Indikasi Konflik
Sarmuji menegaskan tidak menemukan indikasi yang mengarah pada ketidakharmonisan di antara partai-partai koalisi.
Ia menilai dugaan yang disampaikan Deddy bahkan tidak memenuhi syarat untuk disebut sebagai spekulasi politik karena tidak didukung fakta atau tanda-tanda yang jelas.
“Dugaan yang bahkan disebut spekulatif pun tidak memenuhi syarat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sebuah dugaan setidaknya harus memiliki petunjuk atau indikasi tertentu.
Namun dalam konteks hubungan antarpartai koalisi saat ini, Sarmuji mengaku tidak melihat adanya gejala yang mengarah pada konflik internal.
Karena itu, ia menilai Deddy terlalu cepat menarik kesimpulan terkait kondisi koalisi pemerintah.
“Karena untuk spekulatif pun mesti ada indikasinya. Ini nggak ada indikasinya sama sekali. Kalau bahasa kampusnya jumping conclusion,” kata Sarmuji.
Deddy Soroti Sikap Partai Koalisi
Sebelumnya, Deddy Sitorus mengaku mempertanyakan alasan sejumlah partai koalisi pemerintah menyoroti posisi PDIP sebagai partai penyeimbang di luar pemerintahan.
Menurut dia, munculnya kritik dan pertanyaan terhadap sikap politik PDIP menimbulkan tanda tanya mengenai kondisi hubungan di internal koalisi.
Deddy menduga terdapat situasi yang kurang nyaman di antara partai-partai pendukung pemerintah sehingga posisi PDIP belakangan menjadi bahan pembahasan.
Ia juga menyinggung pernyataan yang datang dari sejumlah elite partai, termasuk dari Demokrat dan Golkar, yang mempertanyakan posisi PDIP dalam peta politik nasional saat ini.
“Ataukah mereka ingin juga agar PDIP berada dalam situasi yang kurang menyenangkan dengan mereka. Saya jadi terpikir bahwa jangan-jangan ada masalah atau ketidaknyamanan di internal partai koalisi saat ini,” pungkasnya. (*)
