
VONIS.ID – Kedutaan Besar Iran di Armenia mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaku bisa saja “melenyapkan semua orang” dalam prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.
Melalui unggahan di platform media sosial X pada Minggu (5/7), perwakilan diplomatik Iran menegaskan bahwa kematian seseorang tidak akan pernah menghapus gagasan maupun cita-cita yang diperjuangkannya.
Dalam unggahan tersebut, Kedutaan Besar Iran menyatakan bahwa seseorang dapat dibunuh, tetapi cita-citanya akan tetap hidup.
Mereka juga menyindir Trump dengan menyebut bahwa membunuh Khamenei hanya akan membuat pengaruh dan warisannya semakin menyebar luas.
“Orang bisa dibunuh, tetapi cita-cita tidak bisa dimatikan. Anda membunuh Ayatollah Khamenei, tetapi pada kenyataannya Anda hanya memecahkan sebotol parfum yang aromanya menyebar ke mana-mana,” tulis Kedutaan Besar Iran di Armenia.
Unggahan itu sekaligus menjadi respons langsung terhadap pernyataan Trump yang memicu perhatian luas di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Trump Singgung Kemungkinan Serangan
Dalam wawancara dengan media Axios, Trump mengatakan Amerika Serikat sebenarnya memiliki kemampuan untuk menyerang seluruh peserta yang menghadiri prosesi pemakaman Khamenei.
Namun, ia mengklaim tidak mengambil langkah tersebut karena masih mempertimbangkan peluang untuk melakukan negosiasi dengan Iran.
“Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja dan kami bisa melenyapkan mereka semua, tetapi kami tidak akan melakukannya karena setelah itu tidak akan ada lagi yang bisa diajak bernegosiasi,” kata Trump.
Trump juga mengaku terkejut melihat banyak warga Iran menangis saat prosesi penghormatan terakhir berlangsung.
Menurutnya, ia sebelumnya mengira masyarakat Iran membenci Khamenei sehingga tidak memperkirakan besarnya jumlah pelayat yang hadir.
Prosesi Pemakaman Jadi Sorotan Dunia
Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia akibat serangan udara Israel dan Amerika Serikat di Teheran pada 28 Februari lalu.
Pemerintah Iran kemudian menyusun rangkaian upacara penghormatan terakhir yang berlangsung selama beberapa hari di sejumlah kota.
Upacara penghormatan digelar di Teheran pada Sabtu (4/7) dan dijadwalkan berlanjut di Kota Qom pada 7 Juli.
Sementara itu, prosesi pemakaman akan berlangsung di Kota Mashhad pada 9 Juli.
Pemerintah Iran memperkirakan jutaan warga akan mengikuti rangkaian upacara tersebut.
Kehadiran massa dalam jumlah besar menjadikan prosesi pemakaman Khamenei sebagai salah satu peristiwa internasional yang mendapat perhatian luas dari berbagai negara.
Di berbagai wilayah Iran, pemerintah dan pendukung Khamenei memasang poster serta papan reklame berukuran besar yang menampilkan foto mendiang pemimpin tertinggi tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Hingga kini, ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat masih terus menjadi perhatian komunitas internasional di tengah berbagai respons yang muncul setelah pernyataan Trump. (*)

