Nasional

Update Gempa Dahsyat NTT, Puluhan Warga Meninggal dan Ratusan Rumah Rusak

VONIS.ID — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan di sejumlah daerah.

Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 47 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan korban meninggal tersebar di lima kabupaten.

Kabupaten Manggarai mencatat jumlah korban terbanyak dengan 24 orang, disusul Manggarai Timur 17 orang.

Sementara itu, tiga warga meninggal dunia di Kabupaten Sikka.

Kabupaten Ngada dan Ende masing-masing mencatat satu korban meninggal.

Ratusan Warga Mengalami Luka-Luka

Selain korban meninggal, gempa juga menyebabkan puluhan warga mengalami luka-luka.

Petugas gabungan terus melakukan evakuasi terhadap korban dan memberikan perawatan medis kepada warga yang terdampak.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin menyebutkan, Kabupaten Manggarai Timur mencatat 11 korban meninggal dan 24 orang luka-luka.

Di Kabupaten Sikka, tiga orang meninggal dan dua warga mengalami luka-luka.

Di Kabupaten Manggarai Barat, satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka.

Sementara Kabupaten Manggarai mencatat 24 korban meninggal dan 22 orang luka-luka.

Kabupaten Nagekeo juga melaporkan satu korban meninggal.

Petugas masih melakukan pendataan karena proses evakuasi dan penanganan korban terus berlangsung di sejumlah lokasi terdampak.

Ratusan Rumah Rusak

Gempa juga merusak ratusan bangunan milik warga.

Berdasarkan data sementara BNPB hingga Sabtu (15/8) pukul 17.00 WIB, sebanyak 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik. BNPB mencatat 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan warga terdampak semakin besar.

Pemerintah dan petugas gabungan terus menyalurkan bantuan pangan serta kebutuhan lainnya kepada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau terdampak langsung gempa.

Pemerintah Percepat Penanganan

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa.

Sejumlah pejabat pusat ditugaskan menuju Labuan Bajo dan Maumere untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Pemerintah juga mengirimkan 50 ribu paket sembako dari bantuan presiden (Banpres) untuk masyarakat terdampak.

Selain bantuan logistik, pemerintah mengerahkan BNPB, Basarnas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, PLN, Telkom, Pertamina, dan Bulog untuk mendukung proses evakuasi, pelayanan korban, pemulihan layanan dasar, serta distribusi bantuan.

Petugas kini terus memprioritaskan pencarian dan evakuasi korban, penanganan warga luka, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak. (*)

Show More
Back to top button