VONIS.ID – Sebuah ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II mengguncang Kompleks Perikanan di Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT.
Insiden tersebut menewaskan lima orang dan menyebabkan tiga lainnya masih dinyatakan hilang.
Ledakan itu juga merusak sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kejadian.
Aparat kepolisian bersama tim gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban, pengamanan area, serta penyelidikan lebih lanjut terkait sumber ledakan.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti ledakan.
Namun, dugaan awal mengarah pada bom sisa Perang Dunia II yang masih tertanam di kawasan tersebut.
“Diduga bom dari peninggalan Perang Dunia II. Ini masih kita telusuri,” kata Ari.
Polisi Lakukan Identifikasi Korban
Hingga Minggu malam, petugas telah menemukan lima jenazah di lokasi ledakan.
Sementara itu, tiga orang lainnya masih dalam pencarian karena diduga berada di sekitar titik ledakan saat peristiwa terjadi.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, Brimob, TNI, serta unsur penyelamat lainnya terus menyisir area terdampak. Petugas juga mengumpulkan berbagai barang bukti untuk mendukung proses investigasi.
Ari menjelaskan bahwa proses identifikasi korban masih berlangsung. Polisi berupaya memastikan identitas seluruh korban sebelum menyerahkannya kepada pihak keluarga.
“Jenazah korban yang baru ditemukan ini ada lima jenazah, yang tiga masih dalam pencarian,” ujarnya.
Lokasi Belum Aman, Warga Diminta Menjauh
Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya bahan peledak lain di sekitar lokasi, aparat telah memasang garis polisi dan membatasi akses masyarakat ke area kejadian.
Tim penjinak bom juga diterjunkan guna memastikan kondisi lokasi benar-benar aman.
Menurut Ari, langkah tersebut penting untuk mencegah jatuhnya korban tambahan apabila ditemukan sisa bahan peledak yang belum meledak.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati TKP dulu sementara karena kondisi masih belum aman, untuk mencegah ledakan berikutnya,” tegasnya.
Keberadaan bom peninggalan Perang Dunia II bukan hal baru di Biak.
Wilayah ini pernah menjadi salah satu lokasi pertempuran besar antara pasukan Sekutu dan Jepang pada masa perang.
Karena itu, sisa amunisi dan bahan peledak masih kerap ditemukan di sejumlah titik.
Saat ini, aparat keamanan masih melakukan penyisiran dan penyelidikan di lokasi ledakan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus memantau perkembangan situasi serta memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa amunisi perang. (*)