
VONIS.ID – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tidak terlihat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera.
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan ketidakhadiran Raja Juli dalam sejumlah agenda tersebut bukan karena persoalan khusus, melainkan hanya kebetulan.
Menurut dia, Raja Juli sebelumnya sudah beberapa kali turun langsung ke lapangan untuk memantau penanganan karhutla.
“Nggak, ya kebetulan kan karena beberapa kali juga Menhut sudah berkunjung ke lapangan,” kata Prasetyo di Palembang.
Raja Juli Disebut Sudah Turun ke Lokasi Karhutla
Prasetyo menyebut Raja Juli telah mengunjungi sejumlah lokasi karhutla, termasuk di Sumatera Selatan.
Karena itu, pemerintah tidak menganggap ketidakhadiran Raja Juli dalam rombongan Prabowo sebagai persoalan.
Selain Raja Juli, Menteri Lingkungan Hidup juga telah mengunjungi Sumatera Selatan untuk memantau kondisi karhutla
. Prasetyo kembali menekankan bahwa pembagian agenda tersebut tidak menunjukkan adanya masalah tertentu.
“Jadi ini hanya masalah kebetulan saja,” ujar Prasetyo.
Menurut Prasetyo, kunjungan Prabowo ke sejumlah wilayah terdampak karhutla memiliki fokus berbeda.
Presiden ingin memastikan kesiapan unsur TNI dan Polri dalam memperkuat penanganan kebakaran di lapangan.
Prabowo Siapkan Tambahan Personel dan Peralatan
Dalam rapat bersama jajaran terkait, Prabowo meminta Panglima TNI dan Kapolri menyiapkan dukungan tambahan apabila kondisi di lapangan membutuhkan kekuatan lebih besar.
Prasetyo mengatakan dukungan tersebut dapat berupa tambahan personel maupun peralatan.
Pemerintah juga membahas penggunaan helikopter untuk operasi water bombing guna mempercepat pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau.
Selain itu, muncul permintaan penggunaan motor trail yang telah dimodifikasi.
Kendaraan tersebut dapat membantu petugas menjangkau wilayah yang memiliki medan sulit.
Prasetyo mengatakan penanganan karhutla menjadi perhatian serius pemerintah karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat di dalam negeri, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak hingga negara tetangga.
Meski Raja Juli tidak hadir dalam sejumlah agenda tersebut, Prasetyo kembali memastikan tidak ada persoalan khusus yang melatarbelakanginya.
“Jadi hanya masalah kebetulan saja,” pungkasnya. (*)
