Nusantara

ESDM Kaltim Buka Suara soal Temuan Uang dan Keberangkatan Kadis ke Jakarta

VONIS.ID – Jaringan Aksi Mahasiswa & Pemuda Pembaharu (JAMPER) Kaltim menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Senin (14/9/2026).

Dalam aksinya, massa aksi menyoroti temuan uang tunai di lingkungan Dinas ESDM Kaltim serta mempertanyakan keberadaan Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto.

Terkait hal itu, Staf Bidang Minerba Dinas ESDM Kaltim, Ivan, bersama Kasubbag Umum Dinas ESDM Kaltim, Harley Saragi, memberikan klarifikasi kepada massa aksi.

Mereka menjelaskan sejumlah persoalan yang menjadi sorotan mahasiswa, termasuk temuan uang tunai di ruang bidang serta keberangkatan Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto ke Jakarta.

Ivan mengatakan Inspektorat Kaltim telah melakukan pemeriksaan internal selama beberapa bulan terakhir.

Pemeriksaan tersebut mencakup persoalan temuan uang yang muncul di lingkungan Dinas ESDM Kaltim.

Menurut Ivan, sejumlah pejabat dan pegawai telah memberikan keterangan kepada Inspektorat sesuai fakta yang mereka ketahui.

“Kami terbuka menerima pendapat dan suara dari teman-teman mahasiswa. Terkait pemeriksaan Inspektorat, memang sudah berjalan beberapa bulan lalu, setelah Idul Fitri,” ujar Ivan.

Ia menyebut persoalan uang menjadi salah satu poin yang diperiksa.

Kepala bidang terkait juga telah memberikan keterangan kepada Inspektorat.

Ivan mengatakan pihaknya kini masih menunggu hasil pemeriksaan dan laporan dari Inspektorat Kaltim.

Selain pemeriksaan, pimpinan Dinas ESDM Kaltim juga mengambil langkah pembinaan internal.

ESDM Kaltim memberikan teguran kepada bawahan dan menerapkan sanksi administratif secara berjenjang sesuai aturan kepegawaian.

“Terkait tindakan kepala dinas soal temuan uang ini, tentu sudah ada pembinaan, penyampaian sifatnya teguran kepada bawahan,” katanya.

Uang Rp189,5 Juta Ikut Diperiksa

Ivan juga mengungkap bahwa Inspektorat meminta keterangan dari pegawai terkait penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim pada Maret 2026.

Penggeledahan tersebut menemukan uang tunai sekitar Rp189,5 juta di dua lokasi ruang kepala bidang Dinas ESDM.

Selain itu, terdapat uang Rp20 juta dari pihak ketiga yang juga masuk dalam pemeriksaan Inspektorat.

“Kami sudah sampaikan ke Inspektorat apa saja yang mesti menjadi subjek yang dipersoalkan,” ujar Ivan.

Ia menegaskan proses pemeriksaan masih berjalan sehingga pihaknya memilih menunggu hasil resmi dari Inspektorat.

Di tengah aksi demonstrasi, mahasiswa juga menyoroti keberadaan Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto yang berada di Jakarta.

Massa mengaitkan keberangkatan tersebut dengan isu pertemuan bersama pimpinan perusahaan tambang untuk membahas sumbangan kegiatan.

Namun, Dinas ESDM Kaltim membantah adanya agenda tersebut. Perwakilan Dinas ESDM menyebut Bambang berada di Jakarta untuk menjalankan tugas kedinasan.

“Kalau yang kami tahu, berdasarkan surat tugas Pak Kadis menghadiri rapat, topiknya soal ketenagalistrikan,” ungkap Ivan.

Dinas ESDM Kaltim juga membantah adanya pertemuan tertutup dengan pelaku usaha pertambangan di luar agenda resmi.

Ivan mengatakan sistem pelayanan digital melalui Online Single Submission (OSS) turut mengurangi intensitas pertemuan langsung antara pejabat dan pelaku usaha.

“Sekarang ini, semua sistem online menggunakan OSS, jadi hampir dipastikan minimal sekali ketemu dengan pelaku usaha,” pungkasnya. (*)

Show More
Back to top button