Nusantara

Tiga Kali Ditabrak Tongkang, Jembatan Mahulu Diuji Ulang PUPR Kaltim demi Jaminan Keamanan Publik

VONIS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur(Pemprov Kaltim) mengambil langkah pengamanan ekstra menyusul insiden tabrakan tongkang yang terjadi hingga tiga kali terhadap Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA), Pemprov Kaltim melaksanakan uji struktur lanjutan untuk memastikan jembatan tetap aman masyarakat gunakan.

Pengujian lanjutan tersebut berlangsung pada Rabu (4/2/2026) sejak pagi hari.

Dinas PUPR-PERA menggandeng tim ahli independen dari Universitas Gadjah Mada (UGM) guna melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh terhadap kondisi jembatan.

Insiden Tabrakan Jadi Alasan Uji Lanjutan

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran, menjelaskan bahwa uji lanjutan ini merupakan tindak lanjut atas tiga kali insiden tabrakan tongkang yang mengenai bagian penting Jembatan Mahulu.

Menurutnya, benturan tersebut berdampak langsung pada sistem pelindung dan pilar penyangga jembatan.

“Sudah terjadi tiga kali insiden tabrakan tongkang. Dampaknya mengenai fender dan pilar jembatan, khususnya di Pilar P9 dan P10. Karena itu, kami memandang perlu melakukan pengujian lanjutan secara komprehensif,” ujar Muhran di sela kegiatan uji struktur.

Muhran menyebutkan, pihaknya sebenarnya telah merencanakan pengujian lanjutan ini sesegera mungkin setelah insiden terakhir. Namun, keterbatasan teknis membuat pelaksanaannya sedikit tertunda.

Pengujian Sempat Tertunda Faktor Teknis dan Cuaca

Muhran mengungkapkan bahwa tim penguji baru tiba dari Ambon sehingga pengujian baru dapat berlangsung pada hari tersebut.

Selain itu, hujan yang turun sejak pagi turut memengaruhi jadwal awal pelaksanaan.

“Seharusnya pengujian mulainya pukul 08.00 WITA, tetapi sempat tertunda karena hujan. Meski begitu, seluruh tahapan tetap kami jalankan sesuai prosedur teknis yang berlaku,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pengujian tidak hanya fokus pada area yang terdampak langsung tabrakan.

Tim ahli juga memeriksa sejumlah titik lain yang krusial terhadap kestabilan dan kinerja struktur jembatan secara keseluruhan.

Metode Uji Beban Dinamis dan NDT Diterapkan

Dalam pengujian tersebut, tim ahli dari UGM menerapkan metode uji beban dinamis dengan menggunakan satu unit truk bermuatan sebagai simulasi beban operasional jembatan.

Selain itu, tim juga menggunakan metode Non-Destructive Test (NDT) untuk mendeteksi potensi kerusakan internal pada struktur beton dan baja tanpa merusak elemen jembatan.

“Metode ini memungkinkan kami mengetahui kondisi kesehatan struktur tanpa melakukan pembongkaran. Ini penting agar jembatan tetap terjaga sekaligus hasil uji akurat,” kata Muhran.

Jembatan Ditutup Total Demi Akurasi Hasil

Pelaksanaan uji struktur tersebut mengharuskan Dinas PUPR-PERA menutup total akses Jembatan Mahulu Samarinda.

Penutupan mulai sejak pukul 08.00 WITA untuk seluruh jenis kendaraan, mulai dari roda dua, roda empat, hingga kendaraan berat.

“Kami menutup total akses jembatan agar proses pengujian berjalan optimal. Kendaraan roda dua pun tidak boleh melintas karena dapat memengaruhi hasil uji,” tegas Muhran.

Penutupan sementara berlangsung hingga pukul 14.00 WITA. Namun, pihaknya membuka kemungkinan jembatan dibuka lebih cepat jika seluruh rangkaian pengujian selesai sebelum waktu yang ditentukan.

“Kami menargetkan kegiatan ini rampung sekitar pukul 16.00 WITA. Jika selesai lebih cepat, jembatan akan segera dibuka kembali,” tambahnya.

Rekayasa Lalu Lintas dan Permohonan Maaf ke Warga

Selama penutupan berlangsung, Dinas Perhubungan Kalimantan Timur menerapkan rekayasa lalu lintas.

Kendaraan berat diarahkan untuk parkir di lokasi yang telah disiapkan, sementara kendaraan ringan diminta menggunakan jalur alternatif.

Muhran menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Samarinda atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Ia menegaskan bahwa kebijakan penutupan ini semata-mata dilakukan demi keselamatan publik.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami. Jembatan ini aset bersama dan harus terjaga keamanannya,” ujarnya.

Umumkan hasil Uji ke Publik

Muhran menambahkan bahwa hasil pengujian sebelumnya sebenarnya menunjukkan Jembatan Mahulu masih dalam kondisi aman.

Namun, karena insiden tabrakan telah terjadi hingga tiga kali, pihaknya memilih menerapkan prinsip kehati-hatian yang lebih ketat.

“Hasil uji beban tidak langsung keluar hari ini. Kami membutuhkan waktu sekitar tiga sampai tujuh hari untuk analisis data. Setelah itu, hasilnya akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik,” pungkasnya.

PUPR berhara langkah uji ulang ini mampu memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa Jembatan Mahulu Samarinda tetap laik fungsi dan aman, sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan lanjutan apabila perlu perbaikan atau penguatan struktur. (tim redaksi)

Show More
Back to top button