
VONIS.ID – Israel kembali menggempur Jalur Gaza dan menewaskan lebih dari 20 warga Palestina dalam rangkaian serangan terbaru.
Serangan yang menyasar sejumlah kawasan permukiman itu menuai kecaman keras dari Qatar, Mesir, dan Turki yang menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional serta mengancam upaya gencatan senjata.
Ketiga negara itu mengecam tindakan Israel dan menilai serangan terbaru tersebut memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza.
Dalam pernyataan bersama, Qatar, Mesir, dan Turki menyebut Israel terus melakukan pelanggaran di Jalur Gaza, terutama melalui serangan yang menyasar fasilitas kesehatan, infrastruktur sipil, serta menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Mereka menilai tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
Ketiga negara mendesak semua pihak menghentikan eskalasi konflik dan melanjutkan upaya diplomasi untuk mengakhiri perang.
Serangan Menghantam Permukiman dan Fasilitas Sipil
Otoritas pertahanan sipil Gaza melaporkan sejumlah serangan terjadi pada akhir pekan lalu.
Serangan pertama berlangsung sekitar tengah malam dan menewaskan delapan orang. Beberapa jam kemudian, serangan lain kembali menewaskan lima warga.
Salah satu serangan menghantam sebuah apartemen di wilayah tengah Gaza.
Serangan helikopter militer Israel tersebut menewaskan seorang pria bersama istrinya dan melukai beberapa orang lainnya.
Israel juga menyerang sebuah apartemen di bagian barat Kota Gaza. Serangan itu menewaskan seorang pria lanjut usia dan seorang anak.
Di wilayah barat laut Khan Younis, Gaza selatan, serangan terhadap sebuah bangunan permukiman menyebabkan tiga orang meninggal dunia, termasuk seorang anak.
Selain itu, serangan drone Israel di sekitar kamp pengungsian Jabalia, Gaza utara, menewaskan satu warga sipil dan melukai empat orang lainnya.
Serangan lain menjelang fajar menghantam sebuah apartemen di barat Kota Gaza dan menewaskan satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri serta anak mereka. Otoritas setempat menyebut sang istri sedang mengandung.
Serangan Terjadi di Tengah Upaya Gencatan Senjata
Rangkaian serangan tersebut terjadi ketika Hamas menyatakan telah menyetujui tahap terbaru rencana perdamaian yang didorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Rencana itu mencakup penghentian perang, penyerahan senjata oleh Hamas, serta penarikan pasukan Israel dari Gaza secara bertahap.
Namun, serangan terbaru menunjukkan konflik masih berlangsung meski berbagai pihak terus mendorong tercapainya kesepakatan.
Qatar, Mesir, dan Turki kini kembali menyerukan penghentian kekerasan serta perlindungan terhadap warga sipil di Gaza. (*)

